Sabtu, 11 April 2026

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 1

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 1

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 1
sumber : toyota.drive.place

Ketika mendengar kata "Corolla" pasti yang terbesit di pikiran adalah lini mobil legendaris dari Toyota yang masih eksis hingga sekarang. Nama "Corolla" sendiri memiliki arti mahkota kecil yang diambil dari bahasa latin. Toyota Corolla memulai debutnya di dunia otomotif mulai tahun 1966. Sejauh ini sudah terjual 50 juta lebih unit Toyota Corolla di seluruh dunia sampai pada model Corolla Cross. Bahkan, pada tahun 1997 Toyota Corolla menjadi mobil yang penjualannya paling laris di dunia.

Dari tahun 1966 hingga postingan ini diterbitkan Toyota Corolla sudah memiliki 12 generasi dengan berbagai layout dari sedan, liftback, hatchback, wagon dan yang paling baru adalah SUV. Nah, pada kali ini penulis akan mengajak kalian berkenalan dengan Toyota Corolla dari generasi ke generasi di bawah ini.

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi (Part 1)


Corolla Gen-1 (KE10-1966-1970)


Corolla E10
sumber : toyota-automobile-museum.jp

Sejarah besar dimulai pada tahun 1966 ketika Toyota meluncurkan Corolla generasi pertama sebagai bentuk pembuktian diri kepada dunia otomotif internasional. Di tengah tren produsen mobil yang kala itu rata-rata menggunakan mesin 1.000cc, Toyota tampil ambisius dengan menyematkan kapasitas 1.100cc untuk memberikan performa yang lebih unggul. Fakta menarik dari generasi ini adalah kegigihan Toyota dalam menembus pasar ekspor, dimulai dari Australia pada tahun 1966 hingga Amerika Serikat pada 1968. Sayangnya, bagi para pecinta mobil klasik di tanah air, Indonesia tidak masuk dalam daftar distribusi resmi untuk generasi pertama ini, sehingga unit yang ada saat ini biasanya merupakan koleksi langka hasil impor khusus atau perpindahan tangan antar-negara.

Dari sisi tampilan, Corolla generasi pertama mengusung konsep desain semi-fastback yang mencerminkan estetika sedan kelas dunia di masanya. Karakter klasiknya sangat kuat berkat penggunaan lampu depan bulat yang ikonik, fender yang tampak menonjol, serta posisi spion unik yang terletak di atas kap mesin atau fender mirrors. Masuk ke area interior, meski terlihat minimalis menurut standar modern, mobil dengan kode bodi KE10 (sedan), KE15 (coupe), dan KE16 (wagon) ini sudah dilengkapi fitur mewah di zamannya seperti radio, pemanas (heater), sandaran tangan, dan console box. Standar keselamatan pun mulai diperkenalkan melalui penggunaan sabuk pengaman, menandai awal kepedulian Toyota terhadap aspek keamanan pengemudi.

Sektor dapur pacu dan teknologi menjadi fokus utama Toyota dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang responsif melalui mesin seri K berkapasitas 1.100cc dengan pasokan bahan bakar karburator. Untuk mengimbangi tenaga 60 HP yang dihasilkan, Toyota melakukan terobosan berani dengan menerapkan suspensi MacPherson Strut pada bagian depan—teknologi yang sangat canggih saat itu hingga membutuhkan waktu riset selama 2,5 tahun untuk mendapatkan setelan yang sempurna. Menjelang akhir masa produksinya pada tahun 1970, Corolla ini mendapatkan versi facelift dengan peningkatan kapasitas mesin menjadi 1.200cc serta pilihan transmisi yang beragam, mulai dari otomatis 2-percepatan hingga manual 4-percepatan dengan tuas di lantai maupun di kolom setir.

Corolla Gen-2 KE20 (1970-1974)


Corolla E20
sumber : wikipedia.org

Toyota Corolla generasi kedua, yang diperkenalkan secara global pada tahun 1970, memegang peranan krusial sebagai pionir keluarga Corolla di pasar otomotif Indonesia. Mobil ini memiliki fakta unik dengan julukan "Corbet" atau Corolla Betawi, sebuah nama yang lahir karena popularitasnya yang luar biasa di kalangan warga Jakarta serta perannya sebagai armada taksi ikonik di ibu kota pada masanya. Selain menjadi primadona lokal, ketangguhan dan durabilitas mobil ini diakui secara internasional dengan distribusi luas ke berbagai benua seperti Eropa, Amerika, hingga Afrika. Berkat reputasi keandalannya, Corolla generasi kedua sukses mencatatkan sejarah sebagai mobil terlaris kedua di dunia, menjadikannya salah satu simbol kesuksesan Toyota dalam merajai segmen sedan ekonomis secara global.

Dalam aspek desain, generasi kedua ini tampil dengan transformasi visual yang lebih modern melalui garis bodi yang cenderung membulat jika dibandingkan dengan pendahulunya. Meski tetap mempertahankan kesan kompak, Toyota merancang mobil ini dengan fokus utama pada peningkatan kenyamanan ruang kabin dan pengalaman berkendara yang lebih berkualitas. Di pasar internasional, Corolla ini hadir dalam berbagai varian model mulai dari sedan, coupe, hingga wagon, namun untuk pasar Indonesia, Toyota secara khusus hanya menghadirkan model sedan empat pintu yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan konsumen saat itu. Perubahan estetika ini tidak hanya mengejar penampilan, tetapi juga aspek ergonomis yang membuat pengemudi merasa lebih betah di balik kemudi.

Performa mesin menjadi salah satu keunggulan utama yang membuat Corolla generasi kedua begitu dicintai. Pada awal peluncurannya, mobil ini dipersenjatai mesin seri 3K berkapasitas 1.200cc yang sanggup menghasilkan tenaga 68 HP dan torsi 93 Nm, dengan dukungan tangki bahan bakar sebesar 45 liter untuk efisiensi perjalanan jauh. Untuk memberikan pilihan tenaga yang lebih besar, Toyota kemudian memperkenalkan mesin 1.600cc pada tahun 1971 yang mampu memuntahkan tenaga hingga 106 HP. Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 4 percepatan atau opsi transmisi otomatis yang inovatif di zamannya. Kombinasi teknologi mesin yang bandel dan perawatan yang mudah membuat Corolla ini tetap menjadi incaran para kolektor mobil antik hingga hari ini.

baca juga : Mengenal Nissan Silvia 270R Nismo, Tipe Nissan Silvia Paling Langka Yang pernah Ada

 

Corolla Gen-3 KE30-KE60 (1974-1979)


Corolla E30
sumber : wikipedia.org

Lahir pada tahun 1974, Toyota Corolla generasi ketiga muncul sebagai jawaban cerdas atas krisis energi global yang menuntut kendaraan hemat bahan bakar. Di Indonesia, mobil ini memiliki tempat spesial di hati para kolektor dengan julukan unik "Corvet" atau Corolla Veteran, sebuah nama warisan setelah generasi sebelumnya populer dengan sebutan "Corbet" (Corolla Betawi). Keberhasilan model ini di pasar internasional sangat fenomenal, dengan total penjualan menembus angka 3,7 juta unit. Salah satu fakta unik di balik kesuksesannya adalah dedikasi Chief Engineer Sasaki yang secara khusus meriset ukuran papan selancar untuk merancang varian liftback, guna memastikan ruang bagasi yang praktis namun tetap memiliki gaya yang sporty dan fungsional bagi gaya hidup anak muda kala itu.

Secara visual, desain Corolla generasi ketiga mengalami evolusi yang signifikan dengan dimensi bodi yang lebih besar dan garis yang cenderung lebih membulat atau lancip dibandingkan model sebelumnya. Meskipun bobotnya bertambah, Toyota mengakali efisiensi konsumsi bahan bakar melalui penerapan kaca depan yang lebih landai hasil dari pengujian wind tunnel (terowongan angin) yang ketat. Masuk ke bagian interior, nuansa mewah sangat terasa berkat penggunaan material padding pada dasbor dan tata letak tombol kontrol yang lebih ergonomis dan terpusat. Tak hanya soal tampilan, aspek keselamatan pun mulai menjadi standar utama dengan hadirnya struktur bodi penyerap benturan (crumple zone) serta penggunaan sabuk pengaman tiga titik otomatis yang memberikan perlindungan lebih bagi pengemudi dan penumpang.

Di sektor dapur pacu, Toyota tetap mengandalkan mesin seri 3K berkapasitas 1.200cc untuk varian dua pintu, serta mesin 1.600cc untuk versi empat pintu yang lebih bertenaga. Performa mesin tersebut didukung oleh pilihan transmisi manual 4 dan 5 percepatan, serta transmisi otomatis 3 percepatan yang cukup modern di zamannya. Salah satu lompatan teknologi paling krusial pada generasi ini adalah pengaplikasian catalytic converter, sebuah inovasi ramah lingkungan yang membuat penjualannya meledak karena mampu memenuhi standar emisi yang mulai ketat. Kombinasi antara mesin yang andal, teknologi suspensi yang lebih stabil, dan fokus pada efisiensi aerodinamika menjadikan Corolla generasi ketiga ini sebagai salah satu tonggak sejarah kesuksesan Toyota dalam merajai pasar sedan ekonomis dunia.

Corolla Gen-4 KE70 (1979-1983)


Corolla E70
sumber : wikipedia.org

Toyota Corolla DX, atau yang secara global dikenal sebagai Corolla generasi keempat dengan kode bodi KE70, merupakan salah satu sedan paling ikonik yang pernah mengaspal di Indonesia sejak tahun 1979. Keunikan utama mobil ini terletak pada penamaannya; meski di pasar internasional memiliki banyak varian, di Indonesia hanya trim level "DX" yang resmi dipasarkan sehingga nama tersebut melekat kuat sebagai identitas lokal yang melegenda. Selain menjadi buruan utama para kolektor mobil lawas, fakta menarik lainnya adalah Corolla DX merupakan generasi terakhir Corolla di Indonesia yang menggunakan sistem penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive), menjadikannya primadona di dunia balap retro dan drifting hingga saat ini.

Beralih ke sisi estetika, Corolla DX membawa perubahan desain revolusioner di bawah arahan desainer Fumio Agetsuma dengan meninggalkan kesan bulat era 70-an menuju tampilan serba kotak yang tegas dan maskulin. Perubahan desain ini tidak hanya terlihat pada bodi yang lebih melar dan lampu utama yang ikonik, tetapi juga merambah ke bagian interior yang lebih mewah karena mengadopsi material dashboard serta kursi dari Toyota Celica Camry. Ruang kabin dirancang lebih lapang dan sangat fokus pada pengemudi (driver oriented), lengkap dengan fitur kenyamanan seperti kursi yang dapat diatur kemiringannya serta headrest yang bisa disesuaikan tingginya, sebuah standar kemewahan sedan menengah pada zamannya.

Dapur pacu Toyota Corolla DX dipersenjatai oleh mesin seri 4K-U OHV 8 valve berkapasitas 1.300cc yang mampu memproduksi tenaga 75 HP dan torsi 105 Nm, yang dikenal sangat tangguh serta mudah dalam perawatan. Teknologi suspensi menjadi lompatan besar pada generasi ini, di mana penggunaan model pegas ulir (coil spring) menggantikan per daun, sehingga memberikan bantalan yang jauh lebih empuk dan stabil saat berkendara. Tenaga mesin tersebut disalurkan melalui transmisi manual 4 atau 5 percepatan, serta pilihan transmisi otomatis yang pada tahun 1982 mendapatkan peningkatan teknologi menjadi 4 percepatan, mempertegas posisi Corolla DX sebagai mobil yang menggabungkan durabilitas mesin klasik dengan kenyamanan teknologi modern di masanya.

Corolla Gen-5 E80 (1983-1987)


Corolla E80
sumber : toyota.drive.place

Toyota Corolla generasi kelima, yang resmi meluncur pada tahun 1983, menjadi tonggak sejarah paling revolusioner karena untuk pertama kalinya beralih menggunakan sistem penggerak roda depan (FWD). Di Indonesia, model ini sangat dikenal dengan sebutan Toyota Corolla GL dan hadir sebagai sedan yang menawarkan kenyamanan serta efisiensi ruang kabin yang lebih baik dibandingkan para pendahulunya. Fakta unik yang paling mendunia dari generasi ini adalah eksistensi varian coupe AE86 atau "Hachi-Roku", yang tetap mempertahankan penggerak roda belakang (RWD) dan menjadi bintang dalam budaya pop Jepang lewat anime Initial D. Meski di Indonesia popularitas Corolla GL sempat dibayangi oleh kesuksesan Corolla DX, namun model ini tetap dianggap sebagai pionir modernisasi Toyota yang mulai mengadopsi teknologi berbasis komputer.

Memasuki aspek estetika, Corolla GL masih mengusung bahasa desain bodi mengotak yang populer di era 80-an, namun dengan sentuhan yang jauh lebih rapi, aerodinamis, dan tampak "cantik". Toyota secara khusus merancang eksterior mobil ini dengan target pasar anak muda, yang terlihat dari garis bodi yang lebih mengalir serta desain lampu depan dan belakang yang lebih modern. Perubahan desain yang paling krusial justru terjadi pada struktur dasarnya; penggunaan layout mesin melintang dan penggerak roda depan secara dramatis meningkatkan kelegaan interior. Tanpa adanya terowongan transmisi yang besar di bawah kabin, penumpang dapat menikmati ruang kaki yang lebih luas, menjadikan pengalaman berkendara terasa lebih mewah dan nyaman untuk sebuah sedan kompak di masanya.

Dapur pacu Toyota Corolla GL di Indonesia terbagi dalam dua periode utama, yakni penggunaan mesin berkode 2A kapasitas 1.300cc pada edisi 1983-1985, yang kemudian digantikan oleh mesin 2E yang lebih bertenaga pada versi facelift tahun 1985 hingga 1987. Teknologi yang disematkan pun melonjak drastis dengan mulai dikenalkannya sistem injeksi bahan bakar terkomputerisasi serta pilihan transmisi manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan. Di kancah internasional, generasi kelima ini juga memperkenalkan varian mesin legendaris 4A-GE 1.6L DOHC yang sangat bertenaga serta unit mesin diesel 1C 1.8L. Inovasi teknologi mesin yang lebih presisi serta penggunaan suspensi yang lebih empuk mempertegas posisi Corolla generasi kelima sebagai kendaraan yang efisien tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan berkendara.


Corolla Gen-6 E90 (1987-1991)


Corolla E90
sumber : toyota.drive.place

Toyota Corolla generasi keenam, yang lebih dikenal dengan kode bodi E90, resmi mengaspal di Indonesia pada rentang tahun 1987 hingga 1991 dan langsung menyabet gelar sebagai salah satu sedan paling ikonik. Menariknya, mobil ini lebih populer dengan julukan "Corolla Twincam" karena promosi teknologi camshaft ganda yang diusungnya, meskipun terdapat fakta unik bahwa varian terendahnya, tipe SE, sebenarnya tidak menggunakan mesin twin cam melainkan SOHC. Di pasar lokal, Toyota Astra Motor menghadirkan beberapa pilihan menarik mulai dari tipe SE, SE Limited, hingga varian Liftback 5-pintu yang sporty. Namun, kasta tertinggi yang paling diburu kolektor saat ini adalah tipe GTi, sebuah unit langka yang memiliki performa mesin luar biasa dan sering kali menjadi "harta karun" dalam kondisi orisinal di komunitas seperti Corolla Twincam Indonesia (CTI).

Beralih ke sisi estetika, di bawah arahan insinyur utama Akihiko Saito, Corolla E90 tampil dengan evolusi desain yang lebih membulat, lebih rendah, dan lebih lebar dibandingkan generasi sebelumnya yang kaku. Perubahan dimensi ini menciptakan siluet yang lebih dinamis dan aerodinamis, sekaligus memberikan dampak positif pada ruang kabin yang menjadi jauh lebih lega. Interiornya pun mengalami peningkatan kualitas secara masif dengan penggunaan material peredam suara yang lebih baik, sehingga menciptakan kenyamanan berkendara yang lebih senyap. Tidak hanya model sedan dan liftback saja yang beredar, secara eksklusif terdapat pula model wagon yang masuk melalui jalur perorangan, menambah keberagaman desain keluarga E90 yang tetap terlihat modis meski usianya telah melewati tiga dekade.

Sektor dapur pacu dan teknologi menjadi daya tarik utama yang membuat mobil ini dijuluki sebagai sedan tercanggih di kelasnya pada masa itu. Toyota menawarkan tiga pilihan mesin: unit 2E 1.300cc yang ekonomis untuk tipe SE, mesin 4A-F 1.600cc untuk SE Limited, serta mesin legendaris 4A-GE DOHC pada tipe GTi yang mampu memuntahkan tenaga hingga 140 hp. Selain keunggulan mesin, Corolla Twincam juga telah memanjakan pengemudinya dengan fitur-fitur modern yang mewah saat itu, seperti power steering dan power window. Meskipun sebagian besar unit di Indonesia menggunakan sistem karburator dan penggerak roda depan (FWD), keberadaan varian injeksi (EFI) dan ketersediaan transmisi otomatis semakin mempertegas posisi Corolla generasi keenam ini sebagai pelopor mobil harian yang bertenaga namun tetap nyaman.

Penutup


Perjalanan Toyota Corolla dari generasi pertama hingga keenam (1966–1991) membuktikan bahwa inovasi dan adaptasi adalah kunci utama umur panjang sebuah legenda otomotif. Dari era pionir mesin 1.100cc hingga kemunculan Corolla Twincam yang membawa standar teknologi modern, setiap model telah mengukir sejarah unik di Indonesia, mulai dari pesona retro Corolla DX hingga efisiensi penggerak roda depan pada Corolla GL. Transformasi desain dan transisi teknologi dalam enam generasi awal ini hanyalah fondasi dari kisah panjang sedan terlaris di dunia yang terus berevolusi. Jangan lewatkan kelanjutan evolusi sang legenda pada era "Great Corolla" dan generasi-generasi setelahnya dalam pembahasan bagian kedua yang tidak kalah menarik!

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Selasa, 24 Agustus 2021

Mengenal Berbagai Tipe-Tipe Knalpot Mobil, Memang Apa Bedanya?

Mengenal Berbagai Tipe-Tipe Knalpot Mobil, Memang Apa Bedanya?

Mengenal Berbagai Tipe-Tipe Knalpot Mobil, Memang Apa Bedanya
sumber : wsupercars.com

Knalpot adalah saluran yang berfungsi menyalurkan gas buang dan suara yang keluar dari hasil pembakaran di dalam mesin. Selain itu knalpot juga dapat meningkatkan tenaga mesin dan efisiensi bahan bakar. Knalpot pada mobil zaman sekarang telah dilengkapi dengan catalytic converter. Komponen tersebut berfungsi untuk mengubah karbon monoksida menjadi karbon dioksida dan uap air. Sehingga, gas buang menjadi lebih ramah lingkungan.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa knalpot juga dapat meningkatkan tenaga mesin. Nah, desain knalpot yang bagus adalah yang mampu memberikan back pressure yang tepat. Sehingga, tenaga yang dihasilkan mesin menjadi optimal. Oleh karena itu tidak mengherankan banyak pemilik mobil yang mengganti knalpot standarnya dengan knalpot aftermarket.

Namun, mengganti knalpot tidaklah semudah plug and play untuk menghasilkan tenaga yang optimal. Agar mendapatkan tenaga yang optimal pemasangan knalpot harus disesuaikan dengan transmisi, gaya mengemudi hingga RPM mesin. Jika, mobil kalian menggunakan transmisi manual maka yang harus diperhatikan adalah keseluruhan knalpot mulai dari header, downpipe, resonator dan muffler. Sedangkan pada mobil transmisi automatic kalian cukup memperhatikan headernya saja.

Terdapat beberapa tipe knalpot maupun konfigurasi yang beredar di pasaran untuk mengoptimalkan tenaga mesin. Nah, tipe-tipe knalpot tersebut akan penulis jelaskan di bawah ini.

Mengenal Berbagai Tipe-Tipe Knalpot Mobil, Memang Apa Bedanya?


Single Exit Pipe


Single Exit Pipe
sumber : helixsf.com

Tipe ini merupakan tipe knalpot yang paling umum pada mobil maupun truk. Knalpot tipe ini hanya memiliki satu pipa pembuangan. Alasan tipe knalpot ini banyak digunakan oleh produsen kendaraan adalah karena biaya produksi yang murah. Selain itu, proses pemasangannya pun mudah.

Kelebihan:


- Proses pemasangan yang mudah begitupun dengan memodifikasinya;
- Biaya produksi dan spare parts yang lebih murah dikarenakan tidak membutuhkan parts yang banyak;
- Sistem knalpotnya sederhana sehingga bobotnya ringan;
- Kecepatan aliran gas buang tinggi karena hanya menggunakan satu pipa;
- Karena umum digunakan sehingga spare partnya mudah ditemukan di pasaran;
- Suara yang dihasilkan cenderung kalem.

Kekurangan:


- Efisiensi bahan bakar tidak sebaik tipe knalpot lain;
- Tidak mampu memaksimalkan performa mesin.

Dual Rear Exit


Dual Rear Exit
sumber : helixsf.com

Dual rear exit merupakan tipe knalpot yang banyak digunakan pada mobil-mobil sporty. Sesuai namanya knalpot tipe ini memiliki dua pipa pembuangan. Untuk pembuangan gas, tipe knalpot ini lebih efisien daripada tipe knalpot Single Exit Pipe.

Kelebihan :


- Temperatur mesin lebih dingin karena pembuangan gas panas hasil pembakaran dari mesin lebih cepat dibuang;
- Performa mesin meningkat cukup signifikan;
- Tampilan mobil menjadi sporty;
- Suara knalpot lebih gahar.

Kekurangan :


- Biaya produksi yang lebih mahal karena komponen yang digunakan lebih banyak;
- Proses instalasi lebih rumit;
- Durabilitas knalpot tidak se-awet single exit pipe karena temperatur pada knalpot lebih panas;
- Suara yang gahar dapat mengganggu tetangga (jadi kalau lagi di perumahan jangan digeber-geber ya)

Opposite Dual Exhaust


Opposite Dual Exhaust
sumber : helixsf.com

Meski sama-sama memiliki dua pipa pembuangan dan secara tampilan dari luarnya mirip, namun tipe knalpot ini sebenarnya beda dengan dual rear exit. Pada tipe knalpot dual rear exit sistem pembuangannya tidak berlekuk. Sedangkan pada opposite dual exhaust sistem pembuangannya membungkus roda dan berlekuk untuk meningkatkan proses penyaringan gas buang.

Umumnya tipe knalpot opposite dual exhaust digunakan pada kendaraan yang mengangkut atau menarik beban yang berat seperti truk kontainer, dan sejenisnya. Hal tersebut dikarenakan pada tipe knalpot opposite dual exhaust tidak meninggalkan residu pada bagian belakang yang ditakutkan bakal menempel pada beban yang ditarik. Untuk kelebihan dan kekurangannya pun tidak jauh beda bahkan nyaris sama dengan tipe knalpot dual rear exit.

Kelebihan :


- Temperatur mesin lebih dingin karena pembuangan gas panas hasil pembakaran dari mesin lebih cepat dibuang
- Performa mesin meningkat cukup signifikan
- Tampilan mobil menjadi sporty
- Suara knalpot lebih gahar
- Penggunanaan bahan bakar menjadi lebih efisien dalam kondisi tertentu
- Tidak meninggalkan residu pada bagian belakang

Kekurangan :


- Biaya produksi yang lebih mahal karena komponen yang digunakan lebih banyak
- Proses instalasi lebih rumit
- Durabilitas knalpot tidak se-awet single exit pipe karena temperatur pada knalpot lebih panas.
- Suara gahar yang dapat mengganggu

Dual Side Exhaust


Dual Side Exhaust
sumber : helixsf.com

Tipe knalpot ini merupakan yang paling unik dibanding tipe knalpot lainnya dalam hal posisi pipa pembuangan. Pada umumnya pipa pembuangan mengarah ke belakang kendaraan, namun pada tipe ini mengarah ke samping yang biasanya diletakkan di belakang sisi penumpang.

Selain posisinya yang unik suara knalpotnya juga beragam tergantung diameter pipa keluarannya. Semakin kecil maka suaranya makin berisik dan nyaring. Semakin besar diameternya maka suaranya semakin empuk dan ngebass. tipe knalpot ini juga banyak digunakan pada mobil-mobil sport seperti dodge viper dan lain-lain.

Kelebihan :


- Temperatur mesin lebih dingin karena pembuangan gas panas hasil pembakaran dari mesin lebih cepat dibuang
- Performa mesin meningkat cukup signifikan
- Tampilan mobil menjadi sporty dan unik
- Suara knalpot lebih bervariasi tergantung diameter pipa keluaran

Kekurangan :


- Biaya produksi yang lebih mahal karena komponen yang digunakan lebih banyak
- Proses instalasi lebih rumit
- Durabilitas knalpot tidak se-awet single exit pipe karena temperatur pada knalpot lebih panas.
- Suara knalpot yang bisa saja mengganggu

High Performance Exhaust


High Performance Exhaust
sumber : helixsf.com

Tipe knalpot kali ini tidak terbatas dari jumlah pipa keluaran seperti tipe-tipe knalpot sebelumnya. Sesuai namanya High Performance Exhaust yang tentunya mengutamakan performa tinggi yang mana knalpot fokus untuk memaksimalkan tenaga dari mesin. Tipe knalpot ini juga merupakan tipe yang paling efisien dan paling bagus sekaligus harganya mahal banget.

baca juga : Mitos-Mitos Seputar Pengisian Bahan Bakar Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

Biasanya dalam instalasi High Performance Exhaust dilakukan penggantian hampir seluruh komponen jalur knalpot mulai dari header, downpipe sampai muffler. Bahkan lekukannya benar-benar diperhatikan agar tidak mengganggu performa mesin. Karena instalasi yang rumit dan biaya yang besar tipe knalpot ini biasanya digunakan untuk balapan saja dan tidak recommended untuk daily use.

Kelebihan :


- Temperatur mesin lebih dingin karena pembuangan gas panas hasil pembakaran dari mesin lebih cepat dibuang
- Performa mesin meningkat sangat signifikan
- Tampilan mobil menjadi racing look
- Suara knalpot lebih nyaring dan garang

Kekurangan :


- Biaya produksi yang mahal karena banyak komponen yang diganti
- Proses instalasi lebih rumit sedikit kesalahan dapat mempengaruhi performa
- Durabilitas knalpot tidak se-awet knalpot biasa yang lebih ke daily use karena temperatur pada knalpot lebih panas.
- Bahan bakar menjadi boros berbanding lurus dengan meningkatnya tenaga secara signifikan
- Suara knalpot yang bisa saja mengganggu

Penutup


Baiklah itu tadi 5 tipe knalpot yang umumnya digunakan. Namun terdapat juga tipe knalpot modifikasi yang bentuk dan penempatannya unik seperti knalpot pada aliran modifikasi "Bosozoku" dan lainnya. Kalau dilihat dari tipe knalpot di atas bisa dibilang kalau tipe knalpot dual exhaust adalah yang paling banyak variasinya. Hal yang patut diperhatikan bila kalian ingin mengganti knalpot adalah peruntukan dan gaya berkendara kalian.

Kalau kalian tidak masalah soal kecepatan yang penting irit bahan bakar, maka tipe knalpot satu pipa keluaran adalah pilihan yang pas sebagai catatan tipe knalpotnya yang standar bukan high performance. Namun, jika menuntut kecepatan dan tidak terlalu pusing soal bahan bakar maka tipe knalpot dua pipa keluaran pilihan yang pas dan jika kalian mau turun balap sebaiknya gunakan tipe knalpot High Performance untuk mendukung kalian bisa naik podium.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Rabu, 11 November 2020

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Roda Belakang (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya
sumber : autoevolution.com

Agar sebuah mobil dapat berjalan, maka tenaga dari mesin harus disalurkan ke roda. Nah, untuk menyalurkan tenaga tersebut tentunya perlu melalui beberapa komponen. Sederhananya tenaga disalurkan dari mesin menuju gearbox lalu lanjut ke gardan kemudian ke as roda.

Selanjutnya, terdapat beberapa sistem untuk menggerakkan roda mobil yang berdampak pada karakteristik berkendara dan handling. Sejauh ini ada 4 jenis sistem penggerak roda mobil yaitu, Rear Wheel Drive (RWD), Front Wheel Drive (FWD), Four Wheel Drive (4WD) dan All Wheel Drive (AWD). Setiap sistem penggerak tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, pada artikel ini penulis hanya membahas sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD).

Nah, apakah yang dimaksud dengan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD)?

Apa kelebihan dan kekurangannya?

Semua akan penulis bahas di bawah ini.

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya


Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive?


Rear Wheel Drive Layout
sumber : en.wikipedia.org

Sesuai dengan namanya Rear Wheel Drive (RWD) adalah sistem penggerak menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Sederhananya roda belakanglah yang menggerakkan mobil dan roda depan hanya berfungsi untuk mengarahkan mobil. Sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) populer digunakan sampai akhir tahun 90an. Setelah itu hingga sekarang banyak pabrikan menerapkan sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) pada mobil mereka.
Jadi, apakah sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) lebih baik daripada Rear Wheel Drive (RWD)? Tentu saja tidak karena setiap sistem penggerak roda punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk pertanyaan tersebut penulis akan menjawabnya pada bagian penutup. Nah, saat ini mari ketahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) di bawah ini

Apa Kelebihan Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) ?


Honda S2000 Terkenal Memiliki Keseimbangan Yang Baik
sumber : thenewswheel.com

Mampu Menahan Beban Yang Berat


Mobil-mobil dengan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) mampu menahan beban yang berat. Hal ini dikarenakan konstruksi penyaluran tenaga dari mesin ke roda yang sentral. Berkat penyaluran tenaga yang sentral, sehingga tenaga yang disalurkan dari mesin ke roda tetaplah besar meski bobot mobilnya berat.

Punya Keseimbangan Yang Baik


Keseimbangan mobil Rear Wheel Drive (RWD) juga terkenal bagus terutama saat berakselerasi dan pada kecepatan tinggi. Hal tersebut dikarenakan weight distribution yang baik antara bagian depan dengan belakang mobil.

Selain itu mobil Rear Wheel Drive (RWD) juga terkenal memiliki handling yang baik saat menikung. Oleh karena itu tidak mengherankan, jika sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) sering digunakan pada mobil sports maupun mobil mewah.

Berkat sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD), sehingga roda depan dan belakang memiliki tugasnya masing-masing. Roda belakang untuk menggerakkan dan roda depan untuk mengarahkan mobil. Hasilnya, grip ban jauh lebih baik saat menikung.

Khusus mobil yang memiliki layout RR (Rear Engine, Rear Wheel Drive) memiliki steering yang sangat responsif serta traksi roda belakang jadi meningkat. Karena bobot mobil lebih terpusat di belakang

Durabilitas Kaki-Kaki Lebih Tinggi


Mobil Rear Wheel Drive (RWD) memiliki kaki-kaki yang kuat serta kokoh. Hal tersebut dikarenakan tiap roda, yaitu depan maupun belakang memiliki tugas masing-masing. Tidak seperti mobil Front Wheel Drive (FWD) yang semua tugas dibebankan pada roda depan. Sehingga, tidak mengherankan kalau kaki-kaki terutama as roda mobil Rear Wheel Drive (RWD) jauh lebih awet meski sering melewati jalan yang jelek atau berlubang.

Desain sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) pun dibuat sangat sederhana, sehingga biaya perbaikan atau perawatannya lebih murah dibanding sistem penggerak lainnya. Selain itu, karena durabilitas yang tinggi membuat mobil Rear Wheel Drive (RWD) mampu membawa beban yang berat.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika performa mobil Rear Wheel Drive (RWD) tetap bagus meski menggunakan mesin yang berat atau kapasitas yang besar. Hal tersebut terbukti dimana mobil Formula 1 yang punya kapasitas mesin besar menggunakan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD). Kemudian, performa mobil Rear Wheel Drive (RWD) di tanjakan lebih baik ketimbang mobil Front Wheel Drive (FWD).

Radius Putar Lebih Patah dan Power Steering Ringan


Salah satu keunggulain lain dari mobil Rear Wheel Drive (RWD) adalah radius putarnya yang lebih patah. Hal tersebut dikarenakan roda tidak terhalang oleh drive shaft dan ruas rotasi roda lebih luas.

Selain itu kerja power steering menjadi lebih ringan karena roda depan hanya bertugas untuk mengarahkan mobil. Tidak seperti mobil Front Wheel Drive (FWD) yang mana roda depan juga bertugas untuk menggerakkan mobil, sehingga beban kerja roda depan lebih berat. 

Lalu, Apa Kekurangan Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD)


Mazda RX7 FC Drifting
sumber : reddit.com

Bobot Mobil Cukup Berat


Meski desain sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) dibuat sangat sederhana. Namun, desain tersebut membutuhkan komponen yang lebih banyak. Sehingga, berdampak pada bertambahnya bobot mobil.

Nah, jika mobil bertambah berat otomatis konsumsi bahan bakar pun meningkat. Selain itu biaya produksi juga bertambah, sehingga tidak mengherankan kalau harga mobilnya mahal.

Ban Belakang Cepat Aus/Habis


Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pada sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) roda belakanglah yang memiliki tugas untuk menggerakkan mobil. Sehingga, wajar jika ban belakang lebih cepat aus atau habis. Karena menggerakkan mobil butuh tenaga yang besar dan gaya gesek pada ban juga tinggi.

Kabin Kurang Luas


Biasanya kabin pada mobil Rear Wheel Drive (RWD) memiliki tonjolan di tengahnya yang sedikit mengganggu ruang kaki, meskipun ada juga yang rata. Hal tersebut dikarenakan adanya terowongan di bawah mobil yang digunakan untuk tempat propeller shaft.

Selain itu kpasitas bagasi mobil Rear Wheel Drive (RWD) cenderung lebih sempit ketimbang mobil Front Wheel Drive (FWD). Karena di bawah bagasi terdapat gardan sehingga, kapasitas bagasi lebih sempit dan posisinya lebih tinggi.

Gampang Oversteer (Melintir)


Mobil Rear Wheel Drive (RWD) memang memiliki handling yang baik di kecepatan tinggi. Namun, lain halnya jika saat jalanan licin atau berpasir. Pada kondisi tersebut mobil Rear Wheel Drive (RWD) cenderung untuk "oversteer" karena roda belakang sebagai penggerak mobil kehilangan traksi.

"Oversteer" adalah sebuah kondisi mobil melintir yang mana bagian belakang mobil ngebuang ke sisi luar. Nah, jika kalian dapat mengendalikannya maka jadilah sebuah teknik mengemudi yang terkenal akan keindahannya yaitu "drifting" alias ngepot.

Namun, patut diingat tidak semua orang menguasai teknik drifting. Oleh karena itu pabrikan mobil melengkapi mobil mereka dengan teknologi "traction control" atau sejenisnya. Teknologi tersebut bertugas untuk meminimalisir risiko terjadinya "oversteer".

Penutup


Baiklah itu tadi penjelasan mengenai sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga penjalasan tersebut bisa menjadi referensi buat kalian yang ingin memiliki mobil. Kalau kalian ingin mobil performa dan durabilitas pilih mobil Rear Wheel Drive (RWD) dan jika ingin mobil yang ekonomis maka pilih mobil Front Wheel Drive (RWD).

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Selasa, 27 Oktober 2020

Mengenal RUF, Tuner Asal Jerman Spesialis Porsche

Mengenal RUF, Tuner Asal Jerman Spesialis Porsche

Mengenal RUF, Tuner Asal Jerman Spesialis Porsche
sumber : caranddriver.com

Jerman merupakan salah satu negara tempat lahirnya produsen mobil-mobil ternama, seperti Porsche, BMW, Volkswagen dan lain-lain. Karena Jerman memiliki banyak produsen mobil, tentunya tidak mengherankan jika di negara tersebut juga terdapat banyak tuner mobil.

Selain in-house tuner pabrikan, terdapat juga tuner yang bukan in-house pabrikan tetapi memiliki reputasi yang tidak kalah. Nah, pada kali ini penulis akan membahas salah satu tuner Jerman spesialis mobil Porsche yaitu RUF. Kenapa RUF? karena RUF merupakan salah satu tuner yang luar biasa, bahkan mereka pernah membuat mobil paling kencang di dunia.

Selanjutnya, bagaimana kisah tuner Jerman satu ini? yuk, kita bahas sejarah dan pencapaiannya di bawah ini.

Mengenal Ruf, Tuner Asal Jerman Spesialis Porsche


Awal Mula


Alois Ruf Jr.
sumber : carmagazine.co.uk

Awal mula berdirinya Ruf adalah dari sebuah bengkel kecil bernama "Auto Ruf" yang dibangun oleh Alois Ruf Sr. pada tahun 1939 di Plaffenhausen, Jerman. Beliau adalah seorang mekanik yang hobi merakit dari barang bekas. Pada tahun 1949 bengkel kecil tersebut berkembang menjadi sebuah pom bensin.

Pada tahun 1955 Ruf membangun bus travel dengan chassis Mercedes karena melihat peluang di tahun 1950-an banyak orang senang bepergian. Bus travel tersebut dipasarkan di Jerman dan responnya pun positif, berawal dari situ Ruf mengembangkan lagi bisnisnya dengan memiliki perusahaan bus sendiri.

Namun, yang menjadi awal kenapa RUF menjadi tuner Porsche yang hebat seperti sekarang adalah saat Alois Ruf Sr. membeli sebuah Porsche rusak. Mobil tersebut merupakan Porsche bekas kecelakaan lumayan parah yang diderek oleh Alois Ruf Sr. dan disimpan sementara di bengkelnya. Kemudian, pemilik mobil Porsche tersebut menawarkan mobilnya untuk dijual dan Alois Ruf Sr. pun setuju untuk membelinya.

Anak dari Alois Ruf Sr. yaitu Alois Ruf Jr. merupakan seorang "sports car enthusiast". Sehingga, pada tahun 1960 Alois Ruf Jr. mulai melakukan servis dan restorasi mobil Porsche di bengkel ayahnya. Kabar sedih datang di tahun 1974 yaitu Alois Ruf Sr. meninggal yang kemudiaan perusahaanya dilanjutkan oleh anaknya yaitu Alois Ruf Jr. yang baru berusia 24 tahun. Dibantu hanya dengan 3 orang karyawan Alois Ruf Jr. meneruskan perusahaan ayahnya dan fokus pada passionnya terhadap sports car pabrikan Porsche terutama yang model 911.

Pada tahun 1975, mobil Porsche pertama yang telah ditingkatkan performanya oleh RUF lahir. Selanjutnya tahun 1977, RUF kembali meningkatkan mobil Porsche yang mana kali ini adalah Porsche 930. Mobil tersebut mesinnya di stroke up menjadi 3.300cc dengan menggunakan piston yang lebih besar. Dan di tahun berikutnya yaitu 1978, Ruf berhasil meningkatkan mobil Porsche non-turbo pertama yang diberi nama Porsche 911 SCR. Pada dasarnya mobil tersebut adalah Porsche 911 N/A mesin 3.200cc yang ditingkatkan dan menghasilkan tenaga 217 HP. Hasilnya beberapa pelanggan banyak yang memesan model tersebut.
baca juga : Mengenal Mesin 2JZ, Mesin Favorit Para Penggila Kecepatan
Pada tahun 1981, Ruf kembali membuat gebrakan. Mereka sadar bahwa salah satu kekurangan Porsche 911 adalah gearboxnya yang hanya memiliki 4 percepatan. Melihat hal tersebut Ruf mengembangkan gearbox dengan 5 percepatan untuk memaksimalkan performa Porsche 911.

Lahirnya Mobil Terkencang Di Dunia


RUF CTR Yellowbird
sumber : caranddriver.com

Sejak diambil alih oleh anaknya, RUF pun berhasil membangun reputasi sebagai tuner spesialis Porsche yang handal. Makin kesini mobil-mobil yang dibangun RUF semakin sedikit menggunakan parts dari Porsche. Bahkan, pada beberapa mobil yang mereka bangun menggunakan parts hingga mesin yang mereka buat sendiri hanya chassisnya saja dari Porsche.

Oleh karena itu pada tahun 1981, Pemerintah Jerman memberikan izin dan menjadikan RUF sebagai pabrikan mobil yang sebelumnya hanya bengkel spesialis Porsche. Karena RUF sudah mendapatkan izin sebagai pabrikan mobil, sehingga mobil yang mereka buat dari nol memiliki VIN (Vehicle Identification Number) sendiri.

Pada tahun 1987 RUF mencatatkan mobilnya sebagai mobil terkencang di dunia. Mobil tersebut adalah RUF CTR (Grup C,Turbo, RUF) atau yang dikenal sebagai "Yellowbird". Mobil tersebut mengambil basis dari Porsche 911 Carrera 3.2. Untuk julukan "Yellowbird" merupakan pemberian dari media otomotif terkenal Road & Track yang mana pada saat itu sedang mencari mobil produksi terkencang di dunia.

Pencarian mereka pun berhenti setelah menemukan RUF CTR (Yellowbird). Mobil dengan tenaga 463 BHP dan torsi sebesar 553 Nm tersebut memiliki kecepatan maksimal 342 km/h!!. Dengan kecepatan seperti itu RUF CTR (Yellowbird) mengalahkan Ferrari Testarossa dan Lamborghini Countach. Tidak hanya itu RUF CTR (Yellowbird) juga berhasil mempermalukan Porsche 959, Ferrari F40, dan Mercedes AMG. Dapur pacu dibalik kencangnya RUF CTR (Yellowbird) adalah sebuah mesin Flat-Six 3.400cc Twin-Turbo buatan Ruf.

Ruf Yang Semakin Kencang


Ruf CTR2
sumber : reddit.com

Saat itu dalam memproduksi mobil berbasis Porsche, RUF hanya membuat 10-30 unit. Selain itu kebanyakan memakai mobil customer yang dimodifikasi sesuai standar pabrikan RUF. Hampir semua mobil Porsche bisa mereka modifikasi dan dari beberapa kategori RUF jauh lebih unggul ketimbang tuner Porsche terkenal lainnya seperti RWB atau Singer.

Pada tahun 1995, generasi kedua RUF CTR pun lahir dengan nama RUF CTR2 yang berbasis Porsche 911 seri 993. Tenaga yang dimiliki juga jauh lebih besar dari pendahulunya yaitu 572 BHP dan torsi sebesar 780 Nm. Tenaga tersebut berasal dari mesin Flat-Six 3.600cc Twin Turbo. Hasilnya RUF CTR2 memiliki top speed 350 km/h dan akselerasi 0-100 dapat ditempuh hanya dalam 3,8 detik saja. Hal tersebut membuat RUF CTR2 menjadi mobil "road legal" paling kencang dipertengahan 90-an hingga dikalahkan oleh Mclaren F1 pada tahun 1998.
baca juga : Mengenal BMW E46 M3 GTR, BMW M3 Pertama Dengan Mesin V8 Yang Sangat Langka
Tidak seperti pendahulunya yang menggunakan penggerak belakang, kali ini RUF CTR2 menggunakan sistem penggerak all-wheel drive. Spoiler RUF CTR2 juga unik, namun desain yang unik tersebut bukan hanya kosmetik semata melainkan memiliki fungsi penting. Fungsinya antara lain adalah untuk memberikan downforce agar mobil lebih stabil. Kemudian, air vent di dalam spoilernya berfungsi untuk mendinginkan mesin agar tidak kepanasan.

Mobil SUV Pertama


RUF Dakara
sumber : motor1.com

Pada tahun 2003 Porsche merilis mobil SUV pertama mereka dengan nama Porsche Cayenne. Melihat hal ini RUF pun merilis mobil SUV pertama mereka juga dengan basis Porsche Cayenne. Mobil SUV pertam RUF tersebut diberi nama Dakara.

Cara termudah untuk membedakan RUF Dakara dengan Porsche Cayenne adalah dari lampunya. RUF Dakara menggunakan lampu dari Porsche 911 seri 997. Selain lampu RUF Dakara juga memiliki bodykit yang dimodifikasi agar lebih aerodinamis. Untuk urusan performa RUF Dakara menggunakan mesin V8 4.500cc Twin-Turbo yang menyemburkan tenaga jauh lebih besar dari Porsche Cayenne yaitu 591 HP dan torsi 750Nm.

RUF CTR Paling Kencang Saat Ini


RUF CTR3 Clubsport
sumber : topgear.com

Pada tahun 2007 RUF merilis generasi ketiga dari lini CTR dengan nama RUF CTR3.Perilisan mobil tersebut bertepatan dengan ulang tahun ke-20 rilisnya RUF CTR pertama dan pembukaan pabrik RUF di Bahrain. RUF CTR3 berbasiskan Porsche Cayman dengan body yang didesain oleh RUF. Tidak seperti RUF CTR2 yang menggunakan sistem penggerak all-wheel drive. Pada generasi ketiga ini sistem penggerak yang digunakan adalah rear wheel drive.

Dapur pacu dari RUF CTR3 adalah sebuah mesin Flat-Six berkapasitas 3.700cc Twin Turbo. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 682 BHP dan torsi 890 Nm. Top Speed yang dicapai oleh RUF CTR3 adalah 375 km/h, jauh lebih cepat dari pendahulunya.

Pada tahun 2012 di event Geneva Motor Show, RUF merilis CTR3 Clubsport. Varian tersebut adalah versi upgrade dari RUF CTR3 standard. Meski kapasitas mesinnya sama dengan RUF CTR3 Standard, mesin versi clubsport mendapatkan modifikasi. Sehingga, tenaga yang dihasilkan lebih besar yaitu 766 BHP dan torsi 980 Nm. Top speednya pun bertambah menjadi 380 km/h.

Penutup


Mungkin beberapa dari kalian menganggap bahwa RUF tidaklah original karena mengambil basis dari mobil pabrikan lain. Namun, perlu kalian ingat dalam ideologi RUF benar-benar kental tertanam pada mobil yang mereka buat. Oleh karena itu meski terlihat sama dengan mobil Porsche tetapi DNA yang dimiliki adalah milik RUF. Cara mereka memaksimalkan teknologi turbo sungguh luar biasa. Sehingga, tidak mengherankan mobil buatan RUF benar-benar kencang dengan mampu mengeluarkan potensi Turbo dengan baik.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Kamis, 08 Oktober 2020

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil
sumber : pixabay.com

Umumnya dalam membaca sebuah tenaga mobil kebanyakan orang hanya terpaku pada Horsepowernya saja. Selain itu yang umum kita dengar adalah sebutan "Pemuja Horsepower" untuk orang-orang yang dikit-dikit patokannya Horsepower. Padahal ada hal lain dalam tenaga mobil yang lebih penting dari Horsepower, yaitu Torsi. Namun, kebanyakan orang tidak memperhatikan hal tersebut. Entah karena tidak mengerti atau memang menyepelekannya.

Nah, kali ini penulis akan menjelaskan apa itu torsi dan seberapa penting perannya terhadap mobil. Yuk, disimak penjelasannya di bawah ini.

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil


Apa itu Torsi?


Kunci Torsi
sumber : themechanicdoctor.com

Torsi adalah momen putar atau gaya dorong yang dihasilkan oleh sebuah mesin. Sederhananya torsi adalah tenaga yang dikeluarkan mesin dari posisi mobil diam sampai bergerak. Sehingga, bisa dibilang fungsi utama torsi adalah untuk menggerakkan mobil karena tanpanya mobil akan diam saja.

Nilai torsi dihitung berdasarkan tenaga yang dihasilkan oleh crankshaft mobil. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai torsi adalah panjang langkah atau stroke piston. Semakin panjang stroke-nya maka torsi yang dihasilkan pun semakin besar dan sebaliknya.
Akselerasi mobil juga bertambah kencang bila memiliki torsi yang tinggi. Karena semakin tinggi laju mobil maka putaran mesin semakin cepat. Sehingga dibutuhkan torsi yang tinggi untuk dapat memutarnya dengan cepat. Selain itu dengan torsi yang tinggi membuat kalian bisa bermaneuver dengan lincah meski tidak menginjak penuh pedal gas.

Jenis mobil yang memiliki torsi besar biasanya adalah mobil dengan mesin diesel atau mobil dengan konfigurasi mesin "V". Tidak seperti mesin bensin, mesin diesel memiliki RPM yang tidak terlalu tinggi biasanya mentok di 4.000 RPM untuk mencapai redline. Sedangkan, mesin bensin bahkan bisa mencapai 9.000 RPM. Perbedaan ini dikarenakan torsi pada mesin bensin masuk saat RPM cukup tinggi lain halnya dengan mesin diesel yang mana torsinya masuk pada RPM bawah.

Satuan Ukur Torsi


Satuan Ukur Torsi
sumber : macsmotorcitygarage.com

Terdapat dua satuan ukur yang sering digunakan untuk mengukur torsi, yaitu Newton Meter (Nm) dan Pound Feet (lb-ft). Namun, satuan ukur yang sering digunakan adalah Newton Meter (Nm) yang mana hampir digunakan di semua negara. Sedangkan, Pound Feet (lb-ft) digunakan oleh Amerika Serikat dan juga Inggris.

1 Newton Meter (Nm) setara dengan 0,738 Pound Feet (lb-ft), sedangkan 1 Pound Feet (lb-ft) setara dengan 1,355 Newton Meter (Nm). Jadi, bisa disimpulkan bahwa satuan Newton Meter (Nm) memiliki nilai lebih besar dibanding Pound Feet (lb-ft).

Penutup


Jika dilihat di kehidupan sehari-hari peran torsi jauh lebih penting dibanding horsepower. Karena tanpanya mobil tidak dapat bergerak. Apalagi bagi mobil-mobil muatan yang bobotnya berat tentu sangat membutuhkan torsi yang tinggi.

Namun, kembali lagi torsi dan horsepower sama-sama hal penting pada mobil yang mana tergantung peruntukkannya. Mobil torsi besar biasanya dimiliki mobil-mobil muatan yang bobotnya berat. Sedangkan mobil dengan horsepower yang besar biasanya dimiliki mobil sport, supercar atau mobil balap karena dituntut untuk memiliki kecepatan yang tinggi.

Terima kasih sudah berkunjung 😁